Selasa, 08 Maret 2016

Temani aku menulis

Maaf jika masa-masa itu terasa cepat terlewati, terasa mudah untuk disimpan dalam jeruji besi.
Entah ini kenyataan yang dipaksakan atau memang kenyataan yang memaksa. Biar guguran daun telah bangkit kembai mungkin tidak dengan kau untuk kembali.
Bila matahari enggan untuk pergi tidak dengan kau yang pergi se-pagi ini. Se-pagi saat aku rangkum mimpi-mimpiku untuk melewati hari bersamamu, saat mata menunggu raga bersiap menyapa pagi, lalu mengapa engkau pergi se-pagi ini?
Entah terlanjur atau terlambat untuk hal yang satu ini. Banyak kisah yang tak bercerita juga banyak hati yang tak berpenghuni dan di sini... ada beribu perasaan tanpa nama, beribu sajak tanpa nada juga BERIBU PUISI TANPA PENA. Maka temani aku menulis...wahai rindu.

Jumat, 19 Februari 2016

Hari yang berbeda

Berbeda dari postingan yang sebelumnya. Saya akan sedikit bercerita tentang hari-hari yang berbeda. Kita pasti pernah merasakan jenuh. Iya jenuh dan nggak tau harus ngapain. Kaya yang gue rasain sekarang. Makanya gue posting kaya gini. Berbeda ka? Heheee

Senin, 25 Januari 2016

Aku tahu

Aku tau di luar sana banyak sekali orang yg dekat denganmu, entah seberapa dekatnya kamu dengan mereka. Entah lebih dekat antara kamu dengan mereka atau kamu denganku. Aku tidak pernah tau juga aku ada di posisi mana, apa aku salah satu orang yang ada di hatimu atau hanya sebagai orang yang kamu kenal hanya dengan mata kepalamu saja. bahkan di sana juga sudah ada orang yang memilikimu. Dengan semua kenyataan itu rasanya aku ingin memohon kepada Tuhan untuk me-Revisi suratan Takdir ini. Bagiku ini semua tak adil. Jauh dari kata Adil.

Aku tahu...aku tidak akan pernah melebihi mereka. Kata LEBIH jauh lebih pantas disematkan kepada mereka. Mereka orang-orang yang lebih bisa membuatmu nyaman, lebih bisa membuat senymmu lebih lebar, lebih bisa membuatmu bahagia dan yang jelas mereka jauh lebih baik dari pada ku. Meskipun aku tidak bisa menjadi orang yang LEBIH tapi aku selalu mencoba menjadi orang yang BERBEDA untuk kamu.
Kalo kita ga bisa jadi orang yang punya berbagai macam kelebihan, seenggaknya kita terus coba untuk jadi yang berbeda untuk orang-orang tersayang.

Jika suatu saat nanti aku diberikan izin oleh Allah untuk jadi teman hidupmu, aku hanya memintamu satu hal...temani aku berjuang di sisa-sisa umur ini.

Senin, 18 Januari 2016

Perjalanan awal tahun yang jadi akhir cerita ???

Entah nama apa yg pantas untuk momen seperti ini...pelepas rindu atau hanya sekedar bertukar kasih, atau mungkin hanya sekedar pelipur lara....ah bosan sekali rasanya seperti ini...karena mu
Kadang hitam pekat  justru kulihat bagai harapan yang cerah...
Kadang langit berbintang justru ku lihat bagai harapan yang tak berujung
Sekali lagi ku bertanya
nama apa yang pantas untuk keadaan ini???
Ahhh rindu yang tak berbatas kah?
Rindu yang tak terbalas kah?
Atau rindu yang selalu berbalas namun hati tak mengiringinya ?

Rabu, 23 Desember 2015

Biar yang terbaik yang terpilih

Kesedihan hanya bisa hilang dengan kehadiran kebahagiaan, jika sedihnya tak bisa kau hapuskan maka kau bukan bahagianya, juga bukan pelipur laranya.
Aku kecewa, ya amat kecewa pada diriku sendiri yang belum bisa menjadi bahagia mu. Aku iri pada deraian ombak air laut yang bisa kapan saja menyapamu dan menghantarkan sejuta kebahagiaan untuk mu. Aku juga iri pada angin laut yang bisa kapan saja menghembuskan semilir angin kebahagiaan untuk mu dan aku juga iri pada air laut yang semakin senja semakin pasang, karena saat itu ia sedang berlari dengan riangnya di tepi pantai sana dan dengan bebas aku '' air laut yang pasang" bisa memandangmu dari kedalaman pasir pantai yang kau jejaki.
Tapi aku juga bahagia, karena ternyata 2 tahun 3 bulan  setelah kelahiranku Tuhan sengaja menciptakanmu agar bisa buatku jadi orang yang ter-bahagia di bumi.

Tapi nyatanya aku bukan yang terbaik untuk dipilih, nyatanya ada yang mampu menghapus sedihmu dengan kehadirannya, nyatanya ada yang mampu jadi pelipur laramu...ya dialah yang terbaik...jadi...aku biarkan yang terbaik yang terpilih....

Selasa, 22 Desember 2015

Aku tau ...ini beda

       Awalnya ...saya merasa bahwa waktu selalu punya cara tersendiri utk menjawab tiap pertanyaan dan memecahkan masalah dlm hdup ini. Tapi semenjak pertemuan itu, waktu tak lagi berpihak pada pendapatku bahkan justru menghianatiku.

      Aku memang bisa mengistirahatkan fisikku dari kelelahan hidup tp tidak dengan pikiranku, karena pikiranku selalu dipenuhi dengan bayang senyum manismu yg mmbuatku lelah se-lelah-lelahnya dan rindu se-rindu-rindunya. Aku marah saat senyum mu tertuju pada bukan sang pemilik rindu, aku marah saat senyum mu justru utk mereka yg sedetikpun tak pernah memikirkan tawa sedihmu, ya aku sangat marah. Karena hati ini telah tertuju pada satu rindu.
  Setiap ucapan yg kau ungkapkan bagiku bagai puisi terindah yg pernh ku dengar, bagai lantunan melodi karya sang maestro.
Ya ...aku tau ini Beda. Tapi keyakinanku selalu berkata bahwa Kita bisa jalan se-irama tuk menikmati indahnya semesta.

Sampai saat ini aku hny bisa mnyimpulkan satu hal, utk tau siapa org yg pling dsayangi olehnya maka tanya saat dia sedih dan sndiri siapa org pertama yg ia sebut itulah org yg paling ia rindukan kehadiranya. Karena bagiku rasa kasih sayang seseorang muncul saat hatinya teriris pilu seperti saat ini.
Ku tahu berat bagimu utk dtnggal pergi oleh mereka tapi satu hati ini tetap tertuju pada satu rindu dan itu KAMU "31"

Hujan di akhir Desember

Tak seperti biasanya, angin berhembus lebih kencang, dedaunan lebih lama bergoyang dan matahari bersinar lebih terik. Apa ini hnya perasaanku saja yg tengah bhgia karna selalu dgnmu? Atau memang semesta yg ingin melihatku lbh bahagia dr sebelumnya? Entah apapun itu...yg jelas Desember ini adalah penghujung tahun yg berat bagiku.
Kadang ingin terus bersama tp kadang jg ingin pergi ...
Tp terlepas dr semua itu...kehadiranmu di penghujung desember ini bgai hujan di tengah panasnya padang pasir....terimakasih segalanya